Selamat Datang di Website BANUA NIHA KERISO PROTESTAN | BNKP JEMAAT TELADAN MEDAN | RESORT 42 | Jadwal Ibadah Minggu 👉 Sesi I : Pukul 07.30 - 09.00 WIB (Bahasa Indonesia) 👉 Sesi II : Pukul 10.00 - 12.00 WIB (Bahasa Nias), Ya'ahowu.. 🙏
Logo BNKP & Pengertiannya
Logo BNKP
Salib
Makna

Salib adalah sebuah kata yang tidak asing bagi orang Kristen, sebab masa kini salib menjadi simbol kemenangan bagi umat Kristen di seluruh dunia. Benda yang paling menonjol dari segala benda yang ditampilkan di dalam Alkitab adalah salib. Ingat salib, ingat Yesus bahkan kata salib itu sendiri identik dengan korban Kristus.

Salib dalam bahasa Yunani disebut Stauros, merupakan alat siksaan dan alat hukuman mati bagi para penjahat pada waktu zaman penggenapan atau abad pertama. Salib juga disebut sebagai ksylon, yang artinya kayu atau alat gantung bagi terdakwa, yang bisa memiliki tiga kemungkinan bentuk:

  • Berbentuk tonggak vertikal saja.
  • Berbentuk huruf T (Latin: crux commissa), yaitu vertikal dan horizontal.
  • Berbentuk huruf T tetapi kayu horizontalnya agak ke bawah, seperti yang sekarang populer di kalangan kita (Latin: crux immissa).
Zaman Dahulu

Pada zaman dahulu, salib merupakan alat dan cara menghukum mati terdakwa yang paling kejam dan hina. Hukuman ini biasanya diterapkan kepada orang-orang yang tertuduh dan terbukti sebagai pelanggar hukum yang berlaku. Hukuman penyaliban umumnya ditujukan kepada golongan budak atau orang-orang yang bukan warga negara Romawi.

Sebelum disalib, terdakwa biasanya dipaksa memikul kedua balok kayu yang disebut salib, serta disiksa dengan hebat terlebih dahulu dengan tujuan mempercepat proses kematian di atas kayu salib. Salib merupakan lambang penderitaan, penyiksaan, dan penghinaan yang sangat dahsyat. Oleh karena itu, pada masa dahulu salib selalu dikaitkan dengan kutuk (Galatia 3:13).

Simbol Kehinaan

Ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus memikul salibnya setiap hari (Lukas 9:23), salib sama sekali belum menjadi simbol kemenangan bagi orang yang mengikut Dia. Salib merupakan simbol kehinaan, penderitaan, dan siksaan. Lagi pula, Tuhan Yesus tampak sedikit mengancam bagi orang yang hendak mengikut Dia dengan berkata bahwa siapa yang tidak bersedia memikul salibnya, ia tidak layak bagi-Nya (Matius 10:38). Perkataan ini jelas menjadi perkataan yang keras dan sangat sulit dimengerti oleh para pengikut dan murid-murid Yesus waktu itu. Siapa yang sanggup memikul simbol kehinaan dan siksaan yang keji?

Simbol Kemenangan

Simbol kehinaan itu kemudian dipikul oleh Tuhan Yesus di jalan Via Dolorosa, sehingga simbol kehinaan tersebut berubah makna menjadi simbol kemenangan bagi seluruh pengikut Kristus. Seandainya Tuhan Yesus memilih untuk tidak memikul salib itu, maka selamanya salib akan tetap menjadi simbol kehinaan. Namun sejak Yesus memikulnya dan memilih untuk mati di atas kayu salib sesuai dengan kehendak Bapa-Nya, kini salib menjadi simbol kemenangan yang membawa keselamatan bagi umat manusia.

Salib Masa Kini

Apa makna salib di zaman kini bagi kita? Apakah kita pun harus tetap memikul salib kita masing-masing? Jika tidak, apa yang akan terjadi? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bahan diskusi yang selalu up to date di kalangan orang Kristen, bahkan dalam keadaan tertentu menjadi bahan ledekan bagi orang percaya. Sebagian orang berpendapat bahwa untuk menjadi orang Kristen seseorang harus bersedia mengalami penderitaan, dihina oleh orang lain, dan mengalami siksaan termasuk yang nonfisik yang pada akhirnya membuat orang Kristen tampak seperti orang yang tidak berbahagia hidupnya.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.Galatia 5:24-26
Dalam hal ini, segala kedagingan, hawa nafsu, dan keinginan-keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan harus disalibkan termasuk dipikul (sebab proses penyaliban seseorang selalu dimulai dengan proses memikul salib). Jadi ketika Paulus mengatakan “menyalibkan daging” pastilah yang dimaksud Paulus juga termasuk memikulnya.
Segala perbuatan daging yang bertentangan dengan perbuatan Roh tidak boleh dilakukan lagi oleh pengikut Kritus agar salib dan simbol salib yang dikenakan sungguh menjadi simbol kemenangan dalam hidup ini. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan adalah contoh nyata dalam memikul salib internal, maka orang yang menyakiti anda akan setidaknya mengakui dalam hatinya bahwa orang Kristen (anda) yang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan adalah murid Kristus.
Seketika itu juga simbol salib yang anda kenakan di telinga (anting), di leher (kalung), dan di baju menjadi simbol kemenangan. Sebaliknya, jika anda membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama bahkan lebih kejam maka seketika itu juga simbol salib yang anda kenakan akan dipandang sebagai simbol kehinaan bahkan simbol kekejaman. Biasanya akan terdengar perkataan “orang Kristen kok gitu ya”. Itulah sebabnya seluruh kedagingan, hawa nafsu, keinginan-keinginan lain yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, gila hormat, suka menantang, suka mendengki dan perbuatan daging lainnya tidak boleh diperbuat lagi. Pilihlah hidup oleh Roh yaitu sebuah kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kebenaran yang pasti akan menghasilkan kebenaran dan kehidupan kudus. Sehingga simbol salib itu menjadi simbol kemenangan dalam hidup ini.

Refleksi

Mari kita temukan makna salib yang sebenarnya, agar kita memiliki cara berpikir dan argumentasi yang Alkitabiah serta dapat memberikan penjelasan kepada pihak lain. Orang percaya masa kini memiliki dua macam salib, dan keduanya harus dipikul agar salib itu tidak menjadi simbol kehinaan, melainkan berubah menjadi simbol kemenangan. Jika seseorang tidak bersedia memikul kedua macam salib ini, maka selamanya salib akan tetap menjadi simbol kehinaan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus telah mengingatkan para murid-Nya dan orang percaya untuk bersedia memikul salibnya setiap hari agar menjadi layak bagi-Nya.